AQILLA DENGAN CITA-CITANYA
Nama saya Aqilla Ramdani, biasanya dipanggil Aqilla oleh orang-orang sekitar. Sejak kecil saya dikenal sebagai anak yang aktif dan penuh rasa ingin tahu. Saya suka mewarnai dan membaca buku cerita seperti anak kecil pada umumnya.
Saat kecil, tepatnya ketika saya masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak atau orang biasanya sebut TK, saya sudah menunjukkan sifat yang aktif dan penuh rasa ingin tahu. Saya senang bergaul, mudah berteman dengan siapa saja, dan suka mencoba berbagai hal baru, seperti mengikuti ibu berjualan dan bermain di pasar hingga mengikuti perlombaan mewarnai. Kegiatan itu yang membuat hari-hari saya terasa menyenangkan. Saat itu juga cita-cita saya cukup sederhana yaitu ingin menjadi guru. alasannya karena waktu KBM berlangsung saya sering membayangkan bagaimana rasanya berdiri di depan kelas, menjelaskan pelajaran kepada anak-anak, dan melihat mereka tersenyum ketika berhasil memahami apa yang saya ajarkan. Bayangan itu membuat saya merasa senang dan asik, seolah-olah saya bisa memberikan sesuatu yang berarti bagi orang lain. Ketika beranjak ke sekolah dasar hingga SMP, cita-cita itu semakin kuat karena saya kagum melihat guru-guru yang begitu sabar dalam mendidik muridnya. Mereka tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga nilai kehidupan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Dari sanalah saya belajar bahwa seorang pendidik memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Saya pun ingin menjadi bagian dari peran besar itu dan memberikan dampat positif bagi orang sekitar.
Kini, perjalanan hidup membawa saya cukup jauh. Dulu saya berkeinginan memilih SMA, namun setelah banyak pertimbangkan lagi akhirnya saya memilih SMK jurusan DPIB, SMK Negeri 6 Malang. Keputusan ini bukan tanpa alasan, karena saya menyadari bahwa dunia akan terus berkembang, dan saya harus menyiapkan diri dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman apalagi terkait dengan pembangunan yang sesuai dengan jurusan ini. Saya mulai menyusun rencana jangka panjang, salah satunya adalah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di dalam negeri atau di luar negeri (China) dengan target mendapatkan beasiswa. Beasiswa bukan hanya tentang meringankan beban orang tua, tetapi juga tentang membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya mampu bersaing dan pantas mendapatkan kesempatan lebih baik. Selain itu, saya juga berkeinginan untuk mulai bekerja, baik di bidang yang sesuai dengan jurusan maupun mencoba merintis usaha sebagai seorang business woman. Saya percaya bahwa kemandirian bukan hanya sebatas kata, melainkan tindakan nyata yang bisa saya buktikan sejak dini lewat langkah kecil semakin lama menjadi hal yang besar. Dalam hati, saya terus memotivasi diri bahwa saya bisa mengangkat derajat orang tua, membuat mereka bangga, dan melihat senyum mereka sebagai hasil dari perjuangan saya. Lebih dari itu, saya ingin membagikan pengalaman, pengetahuan, dan semangat kepada remaja lain, agar mereka juga percaya bahwa mimpi dapat dicapai dengan usaha yang konsisten. Karena saya percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil jika disertai dengan berdoa, support system dan kerja keras. Dengan begitu, saya tidak hanya menjadi pribadi yang berjuang untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi seseorang yang bisa memberi pengaruh positif bagi lingkungan sekitar.
Kemudian di masa yang akan datang, masa dimana usaha akan berbuah atau tidak. Saya membayangkan diri saya berhasil meraih pendidikan tinggi, memiliki pekerjaan atau usaha yang stabil, dan pada saat yang sama mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan sosial ke daerah-daerah tertentu. Jika semua rencana yang saya susun dapat tercapai, saya ingin lebih dari sekadar sukses pribadi. Saya ingin membangun sesuatu yang dapat membantu orang lain, misalnya dengan membuka lapangan pekerjaan atau memberikan pelatihan bagi remaja yang ingin mengembangkan keterampilan mereka. Saya ingin membuktikan bahwa keberhasilan bukan hanya soal materi, tetapi juga tentang ilmu dan pengalaman yang kita dapatkan dan seberapa besar pengaruh baik yang bisa kita tinggalkan untuk orang lain. Dengan tercapainya cita-cita ini, saya yakin masa depan insyaallah saya akan dipenuhi rasa syukur dan kebahagiaan. Saya ingin melihat orang tua saya hidup tenang, tersenyum, dan bangga karena anaknya mampu berdiri tegak menghadapi kehidupan dan dapat mengajarkan anak saya sendiri.
Pada akhirnya, cita-cita masa kecil tidak sepenuhnya hilang, melainkan berubah bentuk menjadi semangat untuk terus berbagi kebahagiaan,ilmu, inspirasi, dan teladan. Masa depan itu adalah cermin dari perjalanan panjang, di mana setiap langkah yang saya ambil tidak hanya membawa saya pada keberhasilan pribadi, tetapi juga menjadikan saya bagian dari perubahan yang lebih besar untuk dunia sekitar.

Komentar
Posting Komentar